Motivation Letter by me.

 

Motivation Letter

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya Muhammad Alifandi Abiyyu, Adhikara 58, mahasiwa baru Universitas Brawijaya 2020 Fakultas Ilmu Komputer, Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi. Saya merupakan orang asli Surabaya. Sudah 18 tahun saya tinggal disini. Pertama kali hadir melihat indahnya dunia pada 7 September 2002. Sekaligus menjadi anak pertama bagi pasangan muda mudi Andik dan Dian. Saya memiliki adik laki-laki berusia 14 tahun, yang mana dia adalah siswa kelas 8 di SMP Negeri 32 Surabaya.

Enam tahun saya lalui di tahun 2008 hingga 2014 di Sekolah Dasar Negeri Wonokromo 3 Surabaya. Tidak sampai disitu tentu saja, saya kembali melanjutkan Pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi pada tahun 2014 hingga 2017 di SMP Negeri 32 Surabaya, sekolah yang sama dengan adik saya. Selepas itu, saya akhirnya memilih pendidikan kejuruan untuk meningkatkan kemampuan yang sudah saya gemari, yaitu di SMK Negeri 1 Surabaya dengan minat kejuruan Rekayasa Perangkat Lunak pada tahun 2017-2020. Dan saat ini, Alhamdulillah saya telah diterima di salah satu Universitas Ternama di Indonesia, yaitu kampus biru kita semua, Universitas Brawijaya melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi atau kita biasa menyebutnya dengan SNMPTN.

Awalnya saya tidak menyangka akan memasuki kampus yang memiliki motto “Join Us, Be The Best” ini. Mengapa? Karena ekspektasi saya tidak terlalu tinggi dan saya memilih Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi karena niat awal saya memang ingin menjadi tenaga pendidik yang berkualitas dan berkompeten pada bidang Teknoogi Informasi setelah lulus nanti. Betapa bahagianya saya, setelah berusaha belajar, dan tentu saja pembagian waktu antara magang dan pekerjaan sekolah, belum lagi jika ada kelas bimbingan belajar. Naik turun rata-rata nilai raport terkadang bahkan selalu membuat hati dan pikiran cemas. Tidak jarang saya kesusahan tidur karena terlalu berpikir yang tidak-tidak. Tapi syukurlah aku juga memiliki pemikiran yang “ah sudahlah, jika memang jalannya maka disyukuri, dan jika belum masuk ya memang bukan rezeki, dan rezeki dari Tuhan sangat banyak jalannya jika aku berusaha dengan keras serta berdoa”.

Aku sangat memahami diriku (meskipun awalnya agak terlalu memaksa dalam beberapa hal), tidak terlalu mengikuti gaya orang lain adalah kunci. Jangan pernah kita menyamakan diri kita dengan yang lain. Itu tidak baik. Jadilah dirimu sendiri. Ikuti ambisimu. Ikuti kata hatimu. Jangan biarkan orang lain merusaknya sedikitpun meski mereka mengatakan sindiran yang tersirat maupun terang-terangan. Meski awalnya memang sedikit membuat overthinking. Jangan pernah memaksakan diri dalam mengerjakan suatu hal jika kamu memang belum mampu atau bukan ranahmu disitu. Kerjakan sesuai perintah atau inprovisasi sedikit itu sudah baik. Itu adalah prinsipku. Kenali diri sendiri, pahami diri sendiri, dan jangan lupa untuk menyayangi diri sendiri. Meskipun awalnya sedikit susah karena aku termasuk orang yang perfectionist termasuk dalam hal-hal kecil dan tidak penting.

Pernah pada saat suatu hari, aku sibuk mengerjakan tugas sekolah, yang sebenarnya mudah. Tetapi, karena aku ingin memberi tambahan ini itu, tugas itupun menjadi susah dan aku hamper seharian mengerjakannya. Padahal, tugas sesuai prosedur pun sudah mendapat nilai A. Aku mengaktifkan mode perfectionis ku dalam setiap mata pelajaran, tetapi dalam salah satu tugas saja. Disitu aku mulai mengerti, pelajaran mana yang akan ku kerjakan dengan santai dan mana yang butuh effort lebih, untuk sekedar mendapat nilai A.

Sampai disini saja Motivation Letter dari aku. Cukup sedikit memang, namun kalian dapat mengambil pelajaran dan hikmahnya dari secuil kisah yang pernah ku lalui ini. Terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat kata yang kurang baik dari ceritaku ini. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

just a common mental health essay.